My Widget
My Widget

Sabtu, 15 Oktober 2016

7 tempat destinasi yang saya "SUKA" diSurabaya







 PUISI  : Tanpa bunga tidak akan ada taman,
               Tanpa taman bumi tidak akan indah,
               Tanpa pohon tidak akan ada hutan,
               Tanpa hutan kita tak bisa bernafas,
     
     Ancuk atau dancok adalah sebuah kata khas Surabaya yang telah tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Jancok berasal dari kata ‘encuk’ yang artinya bersetubuh atau fuck dalam bahasa Inggris. Berasal dari frase ‘di-encuk’ menjadi ‘diancok’ lalu ‘dancok’… hingga akhirnya menjadi kata ‘jancok’. Secara umum kata “jancuk” mengarah pada perkataan seperti umpatan pada saat emosi, marah atau untuk membenci dan mengumpat seseorang. Namun, sejalan dengan perkembangan pemakaian kata tersebut, meluas hingga menjadi kata simbol keakraban dan persahabatan khas (sebagian) arek-arek Suroboyo. Kata-kata ini bila digunakan dalam situasi penuh keakraban, akan menjadi pengganti kata panggil atau kata ganti orang. Misalnya, “Yoopo kabarmu, cuk”, “Jancok sik urip ae koen, cuk?” Kata jancok juga bisa menjadi kata penegasan keheranan atau komentar terhadap satu hal. Misalnya “Jancok! Ayune arek wedok iku, cuk!”, Akhiran ‘cok’ atau ‘cuk’ bisa menjadi kata seru dan kata sambung bila penuturnya kerap menggunakan kata jancok dalam kehidupan sehari-hari. “Wis mangan tah cuk. Iyo cuk, aku kaet wingi lak durung mangan yo cuk. Luwe cuk.”. Atau “Jancuk, maine Arsenal mambengi uelek cuk. Dan memang, kata ini sangat enak diucapkan, sampai sampai saya ketagihan mengucapkan kata ini, walaupun arti yang saya tekankan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar